Sabtu, 30 Januari 2016

DIKLATAMA GABUNGAN bentuk Pelajar Nahdliyin Patria

3 Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU kecamatan Laren, Maduran dan Sekaran tanpaknya telah serius membentuk barisan kependuannya yang tergabung dalam Lembaga Corps Brigade Pembangunan (LCBP) dan Lembaga Korp Pelajar Putri (LKPP). tiga PAC ini bekerja sama menyelenggarakan DIKLATAMA untuk mengkader para anggotanya yang memiliki jiwa kepanduan untuk meningkatkan kualitas dan kecintaan terhadap organisasi, untuk NU dan untuk bangsa Indonesia.

pengkaderan ditingkat awal tersebut mengusung tema "Meningkatkan Kedisiplinan dan Kepemimpinan Menuju Pelajar Nahdliyin Patria yang Jaya" dengan harapan para anggota CBP dan KPP memiliki kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan yang nantinya mampu meneruskan perjuangan organisasi.

kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 20-22 Nopember 2015 di Lap. dsn. Jamang kecamatan maduran. dimulai tanggal 20 Nopember yang dibuka oleh bapak Camat Maduran. pelaksanaan berjalan dengan lancar, para peserta  dikenalkan CBP/KPP dan IPNU IPPNU juga diberi bekal Pelatihan Baris-berbaris (PBB) sampai wawasan kebangsaan.

Senin, 29 Desember 2014

PENGURUS LENGKAP, PAC. LAREN SEGERAH SELENGGARAHKAN PELANTIKAN

Laren - PAC. IPNU-IPPNU Laren telah selesai menyusun kepengurusan yang baru. Dengan berpedoman hasil konferancab tim formatur akhirnya menyelesaikan tugasnya. hal itu disampaikan oleh rekan muid selaku ketua tim formatur dan juga sebagai ketua terpilih pada saat konferensi. "kami sudah mendapat rekom dari ketua tanfidziyah MWC NU Kec. Laren dan kami juga sudah mengirim surat permohoan pengesahan PC IPNU-IPPNU Kab. Lamongan.
 sambil berjalan kita juga menyiapkan Pelantikan untuk kepengurusan yang baru" tuturnya. pelantikan akan dilaksanakan bersama peringatan maulid nabi muhammad SAW pada tanggal 03 Januari 2015. tambahnya.(*)

Kamis, 25 Desember 2014

KONFERANCAB XIII LAREN DI HUJANI INTERUPSI


LAREN- suksesnya konferancab XIII kemarin tak lepas dari interupsi-interupsi peserta. dalam sidang pleno pertama-pembahasan tata tertib konferensi, menuai banayak interupsi hingga molor 2 jam. menurut ketua panitia, rekan Muid yang juga ketua IPNU terpilih mengatakan "molornya waktu pada sidang pleno tersebut dikarenakan banyaknya kader-kader IPNU dan IPPNU yang kritis sehingga memakan waktu yang banyak". meskipun begitu, PAC IPNU-IPPNU Laren mengaharapkan kondisi yang seperti itu, karna forum tersebut adalah untuk menentukan masa depan PAC 2 tahun ke depan dan untuk pembelajaran bagi kader. (del)

LAREN SUKSES SELENGGARAHKAN KONFERANCAB XIII

Laren 30 Nopember 2014,
Pimpinan Anak Cabang  Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kec. Laren berhasil menyelenggarahkan Konferensi Anak Cabang XIII Kec. Laren. acara tersebut di laksanakan pada tanggal 30 Nopember 2014 di kantor MWC NU Laren.

acara tersebut dihadiri oleh MWC NU Laren, PC IPNU-IPPNU Kab. Lamongan, Undangan dari PAC tetangga dan Seluruh Pimpinan Ranting dan Komisariat yang ada di kecamatan Laren. ketua PAC. IPNU laren (Suhartono) dalam sambutannya mengatakan " ini adalah akhir dari masa jabatan kami, bukan berarti akhir dari perjuangan kami bersama NU".

Minggu, 15 Juni 2014

PELANTIKAN RANTING GAMPANG SEJATI KEC. LAREN



+1” Tambah satu lagi,


PR. IPNU-IPPNU Gampang Sejati Kec. Laren Lamongan berhasil menyelenggarahkan Pelantikan pengurus yang pertama kali. Acara yang di laksanakan pada tanggal 08/06/14 di Balai Desa setempat tersebut mengusung tema “Menuju Kebangkitan Pelajar Nahdliyin dalam Berorganisasi di Era Globalisasi” itu dihadiri oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Gampang sejati, PAC. IPNU-IPPNU Kec. Laren, beberapa tokoh-tokoh agama setempat dan pengurus PR. IPNU-IPPNU Gampang Sejati.  Dengan dilantiknya PR. IPNU-IPPNU Gampang Sejati, maka Pimpinan Ranting di kecamatan laren bertambah.

“baru kali ini Ranting NU Gampang Sejati punya anak” kata Majeri dalam sambutannya selaku ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Gampang sejati. Meskipun ini baru pertama kali, tetapi para pelajar NU penuh semangat . Hal ini tidak lepas dari bimbingan dari PAC. IPNU-IPPNU Kec. Laren dan Pengurus Ranting NU dan kerja keras para pelajar NU Gampang Sejati.

Acara berjalan dengan Khidmat, setelah Pelantikan kemudian dilanjut dengan Rapat Kerja. Dalam Raker tersebut menghasilkan beberapa program kerja yang disusun oleh pengurus.

Rabu, 10 Juli 2013

ke IPNU IPPNU an



Ke-IPNU & IPPNU-an
 (PAC IPNU/IPPNU Kec. Laren)
  
Latar Belakang
  1. Faktor Ideologis, mayoritas penduduk Indonesia beragama islam yang berhaluan ahlussunnah wal jama’ah, maka perlu pelestarian dan pengamalan yang mutlak.
  2. Faktor Pedagogis, banyaknya organisasi yang bermunculan di daerah yang pada hakikatnya mempunyai visi, misi, program serta orientasinya yang sama dilingkungan Nahdlatul Ulama, sehingga perlu dipersatukan.
  3.  Faktor Sosiologis, karena adanya tujuan serta rasa kesadaran dan keihlasan akan pentingya suatu wadah pembinaan bagi generasi penerus untuk memperjuangkan cita-cita ulama dan bangsa Indonesia.
  4.  Faktor Politis, yaitu Nahdlatul Ulama sebagai partai politik, sehingga untuk memenangkan PEMILU pada tahun 1955 maka perlu wadah disemua tingkatan.


Sejarah Kelahiran

Dari keempat latar belakang tersebut, maka pada momen konferensi besar LP. Ma’arif NU atau tepatnya pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H./24 Februari 1954 M. di Semarang (Jawa Tengah) berdirilah IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) yang dirintis oleh Tholhah mansur, Abdul Ghoni Farida, M. Sufyan Kholil dan Mustahal Ahmad.

Kemudian selang satu tahun berikutnya  berdirilah IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) pada tanggal 02 Maret 1955 di Malang jawa timur yang dirintis oleh Umroh Tholhah Mansur, Zanifah dan Mahmudah.

Sejak berdirinya sampai tahun 1966, IPNU-IPPNU menjadi bagian dari LP. Ma’arif NU, tetapi setelah adanya kongres IPNU VI dan IPPNU V tahun 1966 di Surabaya diputuskan menjadi Badan Otonom Nahdlatul Ulama dan sekaligus secara resmi memindahkan pusat organisasi dari Yogyakarta ke Ibukota Negara di Jakarta


Perjalanan IPNU-IPPNU
  1. Kongres I IPNU tanggal 28 Februari-3 Maret 1955 di Solo menghasilkan :
        Deklarasi berdirinya Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
        Penataan pelajar sesuai dengan situasi
        Bersama LP. Ma’arif NU membina sekolah dan madrasah
        Mempersiapkan terbentuknya Cabang dan Wilayah
        Memilih ketua pertama
  1. Kongres I IPPNU tanggal 16-19 Januari 1956 di Malang jawa timur  menghasilkan :
        Kebijakan bersama IPNU
        Memilih ketua pertama
  1. Kongres II IPNU tanggal 1-4 Januari 1957 di Makasar menghasilkan :
        Pembentukan wilayah-wilayah
        Mengkaji keterkaitan dengan LP. Ma’arif NU
        Berpartisipasi dalam pembelaan negara
        Mempersiapkan departemen kemahasiswaan
        Tidak membenarkan integrasi IPNU-IPPNU menjadi satu wadah
        Ketua terpilih tetap seperti semula (Tholhah Mansur)
  1. Kongres IPNU III IPPNU II tanggal 27-31 Desember 1958 di Surabaya menghasilkan :
        Mendirikan departemen perguruan tinggi
        Mempersiapkan pembentukan cabang-cabang
        Mempersiapkan pembentukan Corp Brigade Pembangunan
  1. Kongres IPNU V IPPNU IV bulan Juli 1965 di Purwokerto menghasilkan :
        Deklarasi berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
        Rekomendasi kepada pemerintah RI, mengusulkan agar KH. Hasyim Asyari sebagai pahlawan Nasional
        Terbentuknya Corp Brigade Pembangunan (CBP)
        Berkembangnya olahraga dan seni
  1. Kongres IPNU VI IPPNU V tanggal 20-22 Agustus 1966 di Surabaya menghasilkan :
        Deklarasi IPNU-IPPNU sebagai Badan Otonom Nahdlatul Ulama
        Memindah pusat organisasi dari Yogyakarta ke Jakarta
        Berpartisipasi aktif dalam memberantas G 30 S PKI
  1. Kongres IPNU IX IPPNU VIII tanggal 21-24 Juni 1981 di Cirebon menghasilkan :
        Menyatakan bahwa perkembangan IPNU-IPPNU semakin menurun karena berlakunya UU RI nomor 8/1985 tentang Ormas dan UU RI Nomor 5/1985 tentang Parpol dan Golkar.
  1. Kongres IPNU X IPPNU IX tanggal 29-31 Januari 1988 menghasilkan :
        Penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal organisasi.
        Deklarasi Perubahan nama IPNU (Ikatan Putra Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama)

  1. Kongres IPNU XIII IPPNU XII bulan Maret 2000 di Makassar  menghasilkan :
        Mengembalikan IPNU-IPPNU ke basis pelajar dan santri
        Mengaktifkan kembali CBP (Corp Brigade Pembangunan)
  1. Kongres IPNU XIV IPPNU XIII tanggal 18-24 Juni 2003 di Surabaya menghasilkan :
        Perubahan kembali akronim “P” menjadi “Pelajar” sehingga sehingga IPNU singkatan dari Ikatan pelajar nahdlatul Ulama dan IPPNU singkatan dari Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.
        Ketua terpilih adalah rekan Mujtahidurridlo (IPNU) dan Rekanita Siti Soraya Devi (IPPNU).
        Terbentuknya Korp Kepanduan Putri bagi IPPNU
  1. Kongres IPNU XV IPPNU XIV tanggal 09-12 Juli 2006 di Jakarta menghasilkan :
        Mempertegas MoU antara PP. IPNU-IPPNU dengan LP. Ma’arif NU tentang pendirian Pimpinan Komisariat di sekolah-sekolah secara structural.
        Merubah nama Citra Diri IPNU menjadi Prinsip Perjuangan IPNU (P2IPNU)
        Memilih Ketua Umum PP. IPNU yaitu rekan Idy Muzayyad dan Ketua Umum PP. IPPNU yaitu rekanita Wafa Patria Ummah.

Peraturan Dasar & Peraturan Rumah Tangga (PD & PRT)

  1. Azas, dalam kehidupan berbagsa dan bernegara IPNU-IPPNU berpedoman pada ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2.  Aqidah, IPNU-IPPNU beraqidah islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah dengan mengikuti salah satu madzhab 4 (Hanafi, Maliki, Syaf’I, Hambali).
  3.  Sifat, IPNU-IPPNU adalah organisasi yang bersifat keterpelajaran, keilmuan, kemasyarakatan, dan sosial keagamaan.


Fungsi, IPNU-IPPNU berfungsi :

  1. Wadah perjuangan pelajar Nahdlatul Ulama dalam pendidikan dan kepelajaran. 
  2.  Wadah pengkaderan pelajar Nahdlatul Ulama untuk mempersiapkan kader-kader bangsa dan kepemimpinan Nahdlatul Ulama.
  3. Wadah penguatan pelajar Nahdlatul Ulama dalam melaksanakan dan mengembangkan Islam ahlussunah wal-Jamaah untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai nahdliyah.
  4. Wadah komunikasi pelajar Nahdlatul Ulama untuk memperkokoh ukhuwah nahdliyah, islamiyah, insaniyah dan wathoniyah. 
  5. Tujuan IPNU/IPPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 
  6. Usaha, Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka IPNU/IPPNU melaksanakan usaha-usaha: 
  • Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul Ulama  dalam satu wadah organisasi.  
  • Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa. 
  • Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan program perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat (maslahah al-ammah), guna terwujudnya khaira ummah 
  •  Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasamaprogram dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi.

Makna Lambang IPNU
  1. Bulat yang berarti kontinyu/istiqomah 
  2.  Bertuliskan I.P.N.U tiga titik bermakna Iman, Islam dan Ihsan 
  3.  Tulisan IPNU diapit tiga garis sejajar yang melambangkan rukun Iman 
  4.  Sudut bintang lima melambangkan rukun islam 
  5.  Bintang melambangkan cita-cita yang tinggi 
  6.  Bintang besar di bawah tulisan IPNU melambangkan Nabi Muhammad SAW. 
  7.  Empat bintang sebelah kanan melambangkan khulafaurrosyidin 
  8.  Empat bintang sebelah kiri melambangkan empat madzhab 
  9.  Dua buah kita artinya Alqur’an dan Hadits 
  10.  Bulu melambangkan ilmu 
  11.  Dua bulu angsa bersilang melambangkan sintesa menuntut ilmu umum dan ilmu agama 
  12.  Warna hijau berarti kesuburan, warna kuning berarti kejayaan ( hikmah dan cita-cita yang tinggi) serta warna putih berarti suci

Makna Lambang IPPNU
  1. Segi tiga berarti Iman, Islam dan Ihsan
  2. Satu bintang di atas melambangkan Nabi Muhammad SAW. 
  3.  Empat bintang sebelah kanan melambangkan Khulafaurrosyidin 
  4.  Empat bintang sebelah kiri melambangkan empat madzhab 
  5.  Dua buah kitab melambangkan Al Qur’an dan Al Hadits 
  6.  Dua buah bulu ayam bersilang melambangkan sintesa menuntut ilmu umum dan ilmu agama 
  7. Bertuliskan I.P.P.N.U. kelima titik melambangkan rurkun islam 
  8.  Dua bunga melati melambangkan keputrian 
  9.  Warna hijau berarti kesuburan, kuning berarti kejayaan dan putih berarti kesucian
Struktur Organisasi
  1. Pimpinan Pusat untuk tingkat nasional, disingkat PP. Masa jabatan : 3 tahun
  2.  Pimpinan Wilayah untuk tingkat propinsi, disingkat PW. Masa jabatan : 3 tahun
  3. Pimpinan Cabang untuk tingkat kabupaten/kota atau daerah yang disamakan dengankabupaten/kota, disingkat PC Masa jabatan : 2 tahun.
  4. Pimpinan Cabang Istimewa untuk luar negeri, disingkat PCI. Masa jabatan : 2 tahun
  5. Pimpinan Anak Cabang untuk tingkat kecamatan, disingkat PAC. Masa jabatan : 2 tahun
  6. Pimpinan Ranting untuk tingkat desa atau kelurahan dan sejenisnya, disingkat PR serta. Masa jabatan : 2 tahun
  7. Pimpinan Komisariat untuk lembaga pendidikan, disingkat PK. Masa jabatan : 1 tahun

Permusyawaratan
  1. Permusyawaratan IPNU/IPPNU untuk tingkat nasional, terdiri dari : (Kongres, Kongres Luar Biasa, Rapat Kerja Nasional/RAKERNAS) 
  2.  Permusyawaratan IPNU/IPPNU untuk tingkat propinsi, terdiri dari: (Konferensi Wilayah/KONFERWIL, Konferensi Wilayah Luar Biasa, Rapat Kerja Wilayah/RAKERWIL) 
  3.  Permusyawaratan IPNU/IPPNU untuk tingkat kabupaten/kota atau daerah yang disamakan dengan kabupaten/kota, terdiri dari: (Konferensi Cabang/KONFERCAB, Konferensi Cabang Luar Biasa, Rapat Kerja Cabang/RAKERCAB) 
  4. Permusyawaratan IPNU/IPPNU untuk tingkat kecamatan, terdiri dari: (Konferensi Anak Cabang/KONFERANCAB, Konferensi Anak Cabang Luar Biasa, Rapat Kerja Anak Cabang/RAKERANCAB) 
  5.  Permusyawaratan IPNU/IPPNU untuk tingkat desa/kelurahan atau sejenisnya dan lembaga pendidikan terdiri dari: (Rapat Anggota, Rapat Anggota Luar Biasa, Rapat Kerja Anggota)